Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan

Menyambut Tahun Baru di Pantai Sepanjang: Sensasi Camping Syahdu di Pesisir Gunungkidul

Malam pergantian tahun selalu identik dengan pesta kembang api dan keramaian kota. Namun, bagi kami, merayakan momen spesial ini dengan menyatu bersama alam memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan, salah satunya dengan berkemah (camping) di Pantai Sepanjang, Gunungkidul, Yogyakarta. Dengan garis pantai dan hamparan pasir putihnya yang memanjang, Pantai Sepanjang menawarkan atmosfer yang pas untuk melepas tahun lama dan menyambut harapan baru. 

Mendirikan Tenda di Atas Pasir Putih 
Petualangan dimulai sejak sore hari menjelang pergantian tahun. Memilih celah tapak yang rata di sepanjang garis pantai dan mendirikan tenda bersama keluarga menjadi momen pembuka yang hangat. Angin laut yang berembus lembut dan suara deburan ombak khas Pantai Selatan langsung menyapa, menggantikan bisingnya klakson kendaraan kota. 

Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, langit Pantai Sepanjang berubah warna menjadi jingga keemasan. Momen sunset terakhir di tahun tersebut menjadi latar belakang sempurna untuk merenung dan merefleksikan perjalanan sepanjang tahun. 



Malam hari di Pantai Sepanjang memiliki daya tarik tersendiri. Tepat saat tengah malam tiba, dari kejauhan terlihat pendar kembang api yang diabadikan oleh para pengunjung di sepanjang pesisir. Tanpa perlu berdesakan, suasana meriah tetap terasa dalam balutan ketenangan alam. 

Menyambut Fajar Pertama di Tahun Baru 
Nikmatnya camping di pantai baru benar-benar terasa saat terbangun di pagi hari pertama tahun baru. Membuka pintu tenda dan langsung disambut oleh hisapan udara segar laut, deburan ombak yang teratur, serta kilauan fajar pertama adalah kebahagiaan yang sederhana namun sangat berharga. 

Sambil menyeduh kopi atau teh hangat di depan tenda, Anda bisa berjalan menyusuri hamparan pasir putih saat air laut sedang surut. Karang-karang kecil yang terungkap di tepi pantai menjadi tempat bermain biota laut kecil yang menarik untuk diamati. 




Tips Camping Tahun Baru di Pantai Sepanjang 
Agar pengalaman berkemah tetap aman dan menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Datang Lebih Awal: Momen tahun baru biasanya cukup ramai, jadi datanglah sejak siang atau sore hari untuk mengamankan spot mendirikan tenda yang strategis. 
  2. Perhatikan Batas Aman Ombak: Dirikan tenda di area yang cukup tinggi dan jauh dari jangkauan pasang air laut.
  3. Bawa Perlengkapan Kebersihan: Selalu siapkan kantong sampah mandiri. Jagalah kebersihan pantai dengan tidak meninggalkan sampah apa pun di lokasi berkemah. 
  4. Gunakan Penerangan Cukup: Bawa lampu tenda (headlamp atau lampu camper) serta powerbank tambahan.
Merayakan tahun baru di Pantai Sepanjang bukan hanya tentang berpesta, melainkan tentang rehat sejenak, menikmati keindahan alam, dan mengisi energi baru bersama orang-orang terdekat. Kesederhanaan malam di bawah bintang dan fajar indah di tepi pantai akan menjadi kenangan tahun baru yang tak terlupakan.

Yang Perlu Dilakukan Pasca Banjir


Banjir yang melanda Ibu Kota menyisakan kisah sedih yang sangat memprihatinkan. Akan tetapi, optimisme harus tetap ada dalam diri untuk kembali bangkit dan membuat keadaan menjadi lebih baik. Masih banyak pekerjaan yang dapat sobat lakukan pasca banjir. Buat sobat semua, berikut Blogger Gundul sajikan alternatif kegiatan yang perlu dilakukan setelah banjir.

Yang Perlu Dilakukan Pasca Banjir
Pada dasarnya, banjir membawa dampak yang beragam bagi kehidupan. Hal ini dikarenakan air yang meluap dan memenuhi lingkungan merupakan air kotor yang tercampur beragam zat berbahaya, sekaligus potensi bibit penyakit yang beraneka ragam. Setidaknya, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan pasca banjir:
  • Mencegah Meluasnya Penyakit. Penyakit pasca banjir yang umumnya menyerang manusia adalah penyakit kulit, diare, leptospirosis, ISPA, hingga demam berdarah. Dengan mengetahui jenis-jenis penyakit ini, kita hendaknya waspada dan menyiapkan upaya pencegahan maupun pengbatannya sedini mungkin;
  • Membersihan Rumah: Yang dapat kita lakukan pertama kali tentu membersihkan lantai dari berbagai kotoran serta lumpu, mengelap furniture, dan mencuci pakaian yang terkena lumpur ketika banjir tiba;
  • Mengamankan Alat Listrik dan Elektronik: Setelah banjir berlalu, alat listrik maupun elektroniks ering kemasukan air maupun lumpur sehingga jangan langsung dipakai. Cabut steker dan bongkar mesinnya untuk membersihkan semua kotoran yang menempel. Jika ragu-ragu, serahkan pada ahlinya.
  • Membersihkan Kendaraan: Untuk urusan kendaraan yang terkena air ketika banjir, kita dapat saja membersihkan bagian luarnya, namun untuk urusan mesin dan dalaman kendaraan, serahkan saja pada bengkel untuk hasil yang optimal;
  • Antisipasi Banjir Selanjutnya: Dengan melihat potensi banjir yang telah melanda, kita tentu dapat memprediksi akan sejauh mana bahaya banjir yang mungkin saja masih akan terjadi. Untuk meminimalisir risiko, persiapkan pengaman yang memadai untuk semua property kita di rumah, khususnya dokumen-dokumen penting serta barang-barang yang berharga mahal.
Itulah sekilas beberapa kegiatan yang perlu dilakukan pasca banjir. Melakukan sesuatu yang bermanfaat jauh lebih baik daripada mencari-cari siapa yang salah atas sebuah tragedi. Mari kita tetap optimis bahwa hari esok pasti lebih baik dengan niat serta tekad kita bersama untuk memperbaikinya. Semoga bermanfaat. Salam.


Tips Mengatasi Rasa Jenuh di Kantor


Menjadi pegawai kantoran kadang membuat kita jenuh. Rutinitas yang monoton sering menjadi penyebabnya. Untuk menghilangkan rasa bosan tersebut, ada beragam langkah. Berikut tips mengatasi rasa jenuh di kantor versi Blogger Gundul.

Agar suasana kantor menjadi lebih hidup dan sobat semakin betah melakukan aktivitas dalam ruangan, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan yaitu:

Bercanda dengan rekan kerja
Bersenda gurau serta bertukar pengalaman dengan rekan kerja kadang menjadi sebuah obat alami untuk menghilangkan kejenuhan ketika berada di kantor. Dengan interaksi tersebut, kita dapat lebih rileks dalam menghadapi kerjaan yang kadang menumpuk.

Memanfaatkan gadget
Keberadaan gadget yang multifungsi saat ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan penat selama di kantor. Kita bisa bermain game, mendengarkan musik, serta memanfaatkan jejaring sosial untuk terhubung ke teman-teman lainnya.

Menikmati kopi
Kopi dapat menjadi teman setia dalam melakukan rutinitas kantor yang sering kali monoton. Zat-zat yang terkandung dalam minuman ini akan menstimulus kita untuk tidak loyo dan kembali bersemangat, menyelesakan tumpukan tugas di kantor.

Makan Camilan
Makan camilan dapat meningkatkan energi kita yang sering terbuang untuk melakukan pekerjaan rutin di kantor. Camilan juga merangsang otak untuk tidak terpaku pada rutinitas yang menjemukan.

Merapikan Meja
Seiring kesibukan sebagai pegawai kantoran, kita kadang lupa merapikan meja kerja sehingga pemandangan di depan kita akan nampak menjemukan. Rapikan tumpukan kertas yang sebenarnya tidak perlu kadang menurunkan mood kita untuk kembali melakukan aktivitas rutin.

Senam Santai
Regangkang otot-otot badan dengan sedikit gerakan santai di dekat meja kerja. Kegiatan ini bukan hanya menyehatkan, namun juga sebagai distraksi otot-otot lain yang terlalu terforsir akibat rutinitas kerjaan kantor yang monoton.

Jalan-jalan seputar ruangan
Aktivitas ini memang kondisional, jika ruangan sempit, tentu akan sangat sulit. Akan tetapi, dengan menggerakkan tubuh kesana kemari dan tidak terpaku pada posisi duduk selama jam kerja, sebuah pengalaman berbeda akan tebentuk dan pada tahap tertentu akan menghilangkan kejenuhan kita terhadap rutinitas pekerjaan kantor.

Demikian beberapa langkah dan tips mengatasi rasa jenuh di kantor. Semoga bermanfaat dan selamat melakukan aktivitas harian sobat sekalian dengan semangat full.

Sky Jumper, Permainan Egrang Era Modern


Pernah dengar Sky Jumper, permainan egrang era modern? Jika sobat suka dengan olahraga ekstrim, permainan ini mungkin menjadi salah satu alternatif yang menyehatkan. Apa dan bagaimana sebenarnya Sky Jumper ini? Mari kita tengok lebih jauh.

Sky Jumper pada dasarnya merupakan permainan mirip egrang yang berasal dari Jerman. Alat utama permainan ini dikenal dengan istilah jumping still, yang merupakan bentuk modern dari alat semacam egrang untuk berjalan dan melompat-lompat dengan teknik-teknik tertentu.

Bermain Sky Jumper
sumber gambar: inilah.com
 Sebagai salah satu olahraga ektrim, Sky Jumper bukan hanya memerlukan nyali yang tinggi dari para pemainnya, namun juga penguasaan teknik, serta alat pengaman badan. Selain alat utama, yakni Sky Jumper yang dipasang di kedua kaki, pemain harus melengkapi diri dengan minimal helm pengaman serta pengaman siku dan lutut.

Sebenarnya, apa manfaat bermain Sky Jumper ini sehingga meski tergolong olahraga ekstrim, semakin banyak orang yang gemar memainkannya? Menurut beberapa sumber, manfaat bermain Sky Jumper sangat banyak, diantaranya:


  • Meningkatkan adrenalin, fungsi paru-paru, dan jantung
  • Mampu membakar kalori
  • Meningkatkan kelincahan dan keseimbangan tubuh
  • Melatih keberanian
  • Meningkatkan stamina
  • Menjaga kesehatan tubuh

Olahraga ekstrim Sky Jumper ini dapat dilakukan dimanapun, baik di lapangan, tempat parkir, bahkan halaman rumah sekalipun. Namun demikian, dalam memainkan alat ini, pemain harus ekstra hati-hati dan senantiasa memperhatikan orang-orang disekitarnya untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama.

Harga peralatan Sky Jumper saat ini masih cukup mahal, kisaran 1 juta rupiah keatas. Namun seiring trend di tengah masyarakat, kemungkinan besar harga Sky Jumper akan semakin terjangkau, terlebih jika produk-produk China hadir di sini.

Jadi, jika sobat merupakan bagian dari para penggemar egrang, bersiaplah menjadi pemain Sky Jumper, Permainan Egrang Era Modern. Selamat berloncat ria.

Memanfaatkan Facebook untuk Hal Produktif


Booming jejaring sosial seperti Facebook telah melanda masyarakat Indonesia. Bahkan karena peningkatan jumlah pengguna Facebook di negeri ini sangat pesat, tersebar rumor bahwa  Mark Zuckerberg akan membangun kantor perwakilan Facebook di Jakarta, meski ternyata hingga saat ini tidak terbukti. Sayangnya, sebagian besar pengguna tidak memanfaatkan Facebook untuk hal produktif, namun sekedar mengikuti trend yang berlaku saat ini.

Memanfaatkan Facebook untuk Hal Produktif 
Jika kita cermati, ternyata Facebook menyimpan sejuta manfaat untuk kita gali dan kita optimalkan untuk hal-hal produktif. Tengoklah ketika para Fesbukers mulai membanjiri wall-nya dengan beragam penawaran, baik barang maupun jasa, itu artinya pengguna sudah mulai memanfaatkan jejaring sosial ini untuk kegiatan produktif, yang tentu dapat menghasilkan uang.

Memanfaatkan Facebook untuk hal produktif pun cukup mudah, khususnya untuk jualan produk. Kita tidak harus menyimpan barang sendiri karena banyak sekali toko online yang menyediakan barang dagangannya untuk dijual kembali oleh reseller, termasuk penggunan Facebook. Jadi jangan dibayangkan ketika wall Anda disuguhi barang-barang murah melalui wall teman, sebagian dari mereka bukanlah pemiliki barang tersebut, namun sekedar promosi milik orang lain alias makelar. Jika Anda memesan barang tersebut ke teman Anda, dia baru akan menghubungi si penjual untuk proses pengiriman.

Dari sekian banyak metode penjualan melalui Facebook tersebut, dropshipping menjadi salah satu favorit para pengguna jejaring sosial ini. Dropshipping sendiri adalah metode pengiriman produk di mana penjual (pengecer) menerima pembayaran untuk pesanan, tetapi pelanggan menerima produk langsung dari produsen. Di dalam pengaturan Dropshipping, pengecer bertindak sebagai perantara antara produsen dan pelanggan. Keuntungan yang diperoleh dalam transaksi ini adalah perbedaan antara harga grosir dan harga eceran dari item yang dijual.

Namun demikian, dalam memanfaatkan Facebook untuk hal-hal produktif seperti untuk melakukan aktivitas penjualan dengan metode dropshipping ini, kita harus mempertimbangkan beberapa hal karena pada dasarnya, ketika orang lain tidak suka akun Facebook-nya dipenuhi barang dagangan, pengguna tersebut akan menghapus pertemanannya dengan kita karena dianggap spam.

Namun demikian, meski Facebook dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, kita harus memahami bahwa banyak pengguna memanfaatkan Facebook untuk mencari teman, bukan mencari barang. Selamat ber-Facebook ria dan bertindaklah bijak terhadap akun Anda, meskipun untuk hal produktif sekalipun

Blogger sebagai Profesi



Menjadi seorang blogger bukanlah cita-cita saya karena ibu/bapak guru dulu tidak pernah sekalipun menyinggung blogger dalam rentetan cita-cita anak didiknya. Paling banter, guru hanya memberikan alternatif pilihan profesi sebagai dokter, pilot, tentara, atau polisi. Bahkan hingga saat inipun, tidak ada kartu identitas yang menyediakan kolom pilihan blogger sebagai profesi.

Jika dipaksakan, mungkin blogger dapat dimasukkan dalam kategori wirausaha. Akan tetapi, pengelompokan tersebut juga kurang pas karena aktivitas blogging yang dilakukan para blogger sangatlah beragam, meskipun dikerucutkan lagi kearah model dan cara mereka dalam meraup uang di dunia maya. Seorang blogger bisa saja fokus pada bidang periklanan melalui blognya masing-masing, namun ada juga yang bergantung pada seorang individu atau perusahaan dengan rutin mengirimkan tulisan atau berkontriubusi dalam pengelolaan blog untuk mendapatkan gaji.

Pada dasarnya, aktivitas blogging sangatlah beragam tujuannya, baik sekedar untuk curhat, eksistensi diri, hingga monetizing, atau mencari uang. Tujuan terakhir itulah yang sering diperdebatkan karena sangat erat kaitanya blogger dengan profesi. Terlebih masyarakat sendiri sering mengkaitkan profesi sebagai cara seseorang untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Tengoklah beberapa tahun yang lalu, ketika Adsense (media periklanan milik Google) sedang booming, berapa ribu atau bahkan ratusan ribu blogger di Indonesia meraup ribuan dollar setiap bulan untuk menopang perekonomiannya. Saat ini pun, sebagian dari mereka masih tetap eksis dengan usaha sejenis meski semakin sulit dan rumit. Dilihat dari penghasilan tersebut, bisa saja blogger dikategorikan sebagai salah satu profesi yang digeluti di negeri ini.

Namun demikian, blogger sebagai profesi sepertinya belum lazim hingga saat ini. Meskipun tidak sedikit individu atau keluarga yang benar-benar menggantungkan pereknomian hariannya melalui blogging, aktivitas ini masih dianggap sebagai hobby yang tidak semua orang mengetahui. 

I Hate Monday dan Tips Menghindarinya


Ketika tiba Hari Senin, sebagian dari kita tentu teringat kembali dengan ungkapan “I Hate Monday.” Kalimat sederhana yang memiliki arti mendalam ini sering kita dengar terucap dari rekan kerja ketika Senin tiba, dan kita kembali ke rutinitas harian yang kadang sangat melelahkan. Setujukah Anda dengan ungkapan ini?

Kalimat “I Hate Monday” sendiri konon berasal dari para pekerja penyortir bulu domba yang alergi terhadap bulu domba. Setiap kali hari kerja dimulai kembali, yang berawal dari Hari Senin, mereka harus rela menahan penyakit asma karena alergi tersebut. Selanjutnya, hari Senin atau Monday Disease sebagai pencetus kalimat I Hate Monday yang dulunya hanya “menimpa” para pekerja tersebut saat ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menimpa manusia dengan beragam profesi.

Bagi saya sendiri, apapun harinya adalah berkah dan harus dijalani dengan penuh rasa syukur. Mencuplik pemikiran Arvan Pradiansyah dalam bukunya Life Is Beautiful, kita akan melihat dunia ini sesuai dengan kacamata yang kita pakai. Jika kacamata atau jendela kita kotor, tentu semua yang kita lihat akan nampak buram. Sebaliknya, jika kacamata atau jendela tersebut bersih tak bernoda, tentu pemandangan yang kita lihat nampak jernih dan menyenangkan.

Arvan pribadi berpendapat bahwa positive thinking menjadi modal utama dalam melihat dunia yang kita huni, dan mensyukurinya sebagai anugrah sekaligus amanah dari Tuhan. Itulah sebuah pemikiran yang selama ini menjadi salah satu dasar saya untuk menjauhkan kalimat “I Hate Monday,” dari keseharian saya.  Yang lebih utama, tentu rasa syukur lah yang akan menggiring kita untuk menikmati semua hari, sekalipun Hari Senin, dan berbuat sesuatu yang terbaik bagi diri pribadi, keluarga, dan semua orang di sekeliling kita.

Masih setuju dengan kalimat “I Hate Monday?” The world will be as you think. Happy Working…

Antara Blogging dan Uang


Judul ini saya angkat dari sebuah pertanyaan rekan yang secara tidak sengaja melihat saya merangkai sebuah artikel pendek, yang memang saya siapkan untuk mengisi postingan salah satu blog yang saya kelola. “Ini cari uang ya?”  Sebuah pertanyaan menggelitik yang justru dapat saya jadikan bahan postingan kali ini. Antara blogging dan uang menjadi sebuah penjelasan singkat yang mungkin akan membuka wawasan kita tentang arti jawaban dari pertanyaan tersebut.

Mengawali menulis, membuat, serta mengelola blog sekitar empat tahun lalu, saya sedikit banyak telah merasakan manfaat nge-blog dari berbagai segi. Bagi saya sendiri, memang pertama kali saya tergugah untuk membuat blog guna mencari uang, karena waktu itu memang sangat menggiurkan dan lebih mudah kesempatannya. Pertama kali, saya menetapkan target nge-blog hanya sekedar untuk mencari recehan guna membayar biaya akses internet bulanan.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai menemukan beragam kenyataan tentang dunia blogging bahwa bahkan di dunia maya pun, tidak ada yang instant, semua harus diawali perjuangan yang sangat berat, yang tentu tidak akan terlihat oleh orang lain. Kita sendiri pun sering melihat kesuksesan seseorang dari puncak prestasinya, bukan dalam prosesnya meraih prestasi tersebut. Iya kan?

Awal mula menggeluti dunia blogging, saya justru menemukan tantangan serta hambatan yang sangat berat. Hampir tiap hari selama 3 bulan pertama saya harus begadang untuk mengoptimalkan koneksi internet guna mengelola blog seperti membuat artikel, mem-posting, upload gambar, cari backlink, dan pernak-pernik SEO lainnya. Selama tiga bulan itu pula, saya masih semangat untuk nge-blog.

Pada bulan keempat, motivasi saya mulai menurun. Bahkan pada puncaknya, saya hampir saja melimpahkan blog saya untuk dikelola oleh seorang teman. Berita-berita manis dari para senior yang telah meraup puluhan ribu dollar melalui blog ternyata tidak semudah mencari beritanya yang berkali-kali ditulis ulang oleh para blogger yang masih semangat untuk nge-blog, yang tentu tidak semuanya mengikuti proses para jawara tersebut dalam meraih kesuksesannya.

Hari demi hari, tak ada peningkatan berarti bagi blog saya, akan tetapi bagi saya sendiri, motivasi blogging justru kembali memuncak, bukan karena ada dollar yang masuk, namun karena ternyata, dunia blogging sangat dinamis dan bermanfaat bagi saya pribadi juga bagi orang lain. Saya teringat ketika seorang teman wartawan sangat girang karena tulisannya muncul di headline surat kabarnya. Bagi dia, semuanya itu adalah sebuah kebanggaan, karya tulisnya telah dibaca ribuan orang di penjuru nusantara.

Saya pun mulai melirik kembali blog saya yang ternyata sudah mulai banyak dikunjungi, bukan hanya dari negeri ini, namun dari berbagai negara. Kebanggaan muncul, dan rasa bahagia bisa memberikan informasi-informasi berguna bagi para pengunjung menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi saya.  Selain itu, semangat membaca, mencari tahu, dan menulis saya juga terangkat karena aktivitas yang sangat produktif tersebut. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan merasakan recehan dunia maya pun saya peroleh. Meski waktu itu tidak lebih dari $1, pendapatan dunia blogging telah saya nikmati.


Kesimpulannya, blogging bukanlah sekedar untuk mencari uang, namun dengan blogging uang dapat kita raih, tentu dengan upaya keras tanpa melupakan kebesaran-Nya yang akan senantiasa memberi rizki bagi kita yang berusaha. Masih ingin nge-blog untuk uang?