Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan

Pantai Pulang Syawal Yang Eksotis

Pantai Pulang Syawal atau yang lebih populer dengan mana Indrayanti ini memiliki segudang eksotisme yang mampu memikat hati para wisatawan. Jika sobat penasaran seperti apa dan bagaimana menuju pantai indah berpasir putih ini, silahkan membaca informasi lengkapnya di rute menuju Pantai Indrayanti Gunungkidul.

Pantai Pulang Syawal
Dalam artikel tersebut, sobat akan diajak membayangkan keidnahan pesona Pantai Pulang Syawal yang eksotis sekaligus panduan untuk menuju kesana. Siapkan segala sesuatunya dan jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan moment-moment sobat semua. Salam.

Alternatif Mengisi Liburan Sekolah


Jika sobat saat ini sedang menikmati liburan sekolah, kegiatan apakah yang sobat lakukan? Atau justru sobat masih bingung menentukan acara yang paling mengesankan? Agar tidak pusing, berikut beberapa alternatif mengisi liburan sekolah yang Blogger Gundul rangkum buat sobat sekalian.

Merapikan Kamar
Jika sobat tidak memiliki rencana apapun ketika liburan tiba, ada baiknya waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk merapikan kamar, karena setelah ujian, umumnya berantakan dan tidak sedap dipandang mata. Merapikan disini tidak hanya menata ulang barang-barang yang ada di kamar, akan tetapi memilah-milah buku mana yang sudah tidak terpakai dan mengepakkanya di kardus khusus untuk diarsipkan, mengecat ulang ruangan, serta mengubah posisi almari, tempat tidur, dan segala pernik kamar sehingga terkesan mendatangkan suasana baru.

Mengunjungi Keluarga/Saudara
Menjaga silaturahmi dengan keluarga, khususnya kakek nenek atau kerabat yang jauh tentu akan memberikan sebuah pengalaman berharga bagi diri sendiri maupun keluarga yang kita kunjungi. Meski saat ini alat komunikasi telah sedemikian canggih untuk ber-tele conference maupun video conference, berkunjung serta bertatap muka langsung masih jauh lebih bermakna ketika situasi dan kondisi memungkinkan.

Berwisata/Piknik
Agar pikiran fresh kembali setelah harus berjuang menghadapi ujian, pergi ke tempat-tempat wisata dapat menyegarkan kembali semangat sobat sekalian. Selain itu, nilai-nilai pendidikan juga akan terserap secara tak sadar ketika kita memilih tempat-tempat wisata khusus seperti museum, keraton, maupun wisata alam.

Itulah beberapa alternatif mengisi liburan sekolah yang dapat sobat lakukan untuk mengisi waktu sekaligus menyegarkan kembali pikiran agar ketika masuk sekolah kembali, sobat memiliki semangat prima untuk kembali berjuang, menyelesaikan kewajiban sebagai pelajar. Selamat liburan.

Tips Berwisata ke Pantai Baron Gunungkidul


Gunungkidul terkenal dengan potensi pariwisata pantai yang sangat menawan, salah satunya adalah Pantai Baron. Pantai yang terletak di tenggara Yogyakarta, atau tepatnya di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul ini menawarkan beragam pesona, baik pemandangan alam maupun sisi-sisi sosial budayanya termasuk kegiatan nelayan lokal. Namun demikian, untuk menikmati perpaduan pesona pantai di pesisir selatan Gunungkidul ini, pengunjung perlu memahami dan mengetahui beberapa hal agar dapat menikmati kegiatan wisatanya dengan aman dan nyaman.

Pantai Baron dilihat dari sisi kiri Perbukitan Karst (Foto oleh Aris Guntara) 
Dengan latar belakang Laut Selatan yang terkenal dengan kesan mistisnya, Pantai Baron sering menjadi perbincangan masyarakat. Terlebih jika dikaitkan dengan beberapa peristiwa wisatawan terseret ombak yang terjadi setiap tahun di pantai dengan pasir putih ini. Terlepas dari kepercayaan masing-masing tentang sisi-sisi mistik tersebut, secara ilmiah ada beberapa hal yang layak diketahui dan diperhatikan pengunjung yang mungkin hendak menghabiskan liburan akhir pekan di pantai ini.

  • Pantai Baron berupa teluk dengan pesona alam pasir putih yang berada diantara perbukitan karst;
  • Dengan ombak Pantai Selatan yang cukup berbahaya dan sangat berisiko, pengunjung sebenarnya dilarang berenang di pantai ini;
  • Tepat di sebelah kanan lokasi, terdapat sungai bawah tanah yang mengalir cukup deras;
  • Pertemuan antara air sungai dengan air laut yang membentuk air payau ada di sebelah kanan tersebut sering menjadi tempat favorit wisatawan yang tidak suka berenang di air laut meskipun sebenarnya dilarang;
  • Pada musim-musim tertentu, khususnya musim liburan, jumlah pengunjung tidak sebanding dengan jumlah personil SAR sehingga pengawasan sangat terbatas.
Pantai Baron dengan Google Earth

Melihat fenomena tersebut, sangat disarankan bagi pengunjung, khususnya yang belum pernah berwisata dipantai ini untuk memperhatikan hal-hal berikut sehingga terhindar dari bahaya.
  • Patuhi peraturan yang ada, khususnya larangan untuk berenang di pantai, terlebih bagi mereka yang tidak bisa atau tidak mahir berenang;
  • Jika benar-benar kebelet mandi di pantai ini, hindari mandi terlalu ke tengah, lebih-lebih di sebelah kanan pada pertemuan antara sungai bawah tanah dengan air laut tersebut karena di situlah lokasi arus kuat yang sering menyeret wisatawan ke tengah laut;
  • Selalu saling mengawasi antara teman sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera meminta bantuan Tim SAR setempat;
  • Jika terseret ombak yang berupa arus balik (rip current), jangan panik dan ikuti tips-tips menghadapi arus seperti itu, yaitu dengan berenang mengikuti arus, bukan melawan arus, untuk selanjutnya berenang kesamping kanan/kiri dan kembali lagi ke pantai;
  • Daripada menghabiskan waktu untuk bergelut dengan ombak Pantai Baron, manfaatkan waktu untuk menikmati pesona pantai-pantai lain di sekitarnya seperti Kukup, Drini, Krakal, Ngandong, Siung, Wediombo, dan lain-lain yang masing-masing memiliki keunikan serta kekhasan tersendiri.
Itulah sekedar informasi yang mungkin berguna bagi rekan-rekan yang ingin menikmati maskot pariwisata Gunungkidul yaitu Pantai Baron. Selamat berwisata. Bersikap dan bertindak bijaklah dalam menikmati keindahan ciptaan-Nya. 

Alternatif Tempat Wisata di Gunungkidul

Jika Anda merencanakan liburan akhir pekan, ada baiknya memilih alternatif unik yang mungkin belum pernah Anda nikmati sebelumnya. Dari sekian rencana liburan di sekitar Yogya, barangkali sebagian besar pelancong akan memutuskan untuk pergi ke Malioboro Mall, Amplaz, Bonbin Gembira Loka, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, atau Pantai Baron di ujung selatan Kabupaten Gunungkidul. Namun demikian, pernahkan terlintas di benak Anda untuk mencari sesuatu yang beda? Kunjungi Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Di sinilah Anda akan merasakan Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara.

Secara geografis, Desa Ngoro-Oro terletak di barat laut Kabupaten Gunungkidul, atau arah tenggara Kota Yogyakarta. Dari arah Yogya, Desa Ngoro-Oro dapat diakses melalui Jalan Wonosari-Yogya, kurang lebih 20 km dari perempatan Ringroad Ketandan. Setelah mengikuti Jalan Wonosari-Yogya, Anda akan menjumpai pertigaan Piyungan, di titik ini Anda lanjutkan jalan lurus seraya mempersiapkan diri untuk menyusuri jalanan menanjak berkelok dimana Anda akan menikmati pemandangan HOLLYWOOD-nya Yogya. Tepat pada persimpangan atas Bukit Patuk, Anda dapat belok kekiri menuju arah Desa Ngoro-Oro untuk menikmati Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara, yaitu sekitar 5 km dari perempatan Bukit Patuk.

Apa saja yang ada dapat dilakukan sebagai Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara, Desa Ngoro-Oro? Pertanyaan yang tentu ada di benak kita semua. Sebagai alternatif liburan akhir pekan, Desa Ngoro-Oro menawarkan pemandangan yang tidak lazim karena disini Anda akan disuguhi deretan menara yang menjulang tinggi, dengan latar belakang Gunung Api Purba Nglanggeran dan alam pedesaan yang asri.

Menurut data yang ada, setidaknya sekitar 20 (dua puluh) menara telah bercokol di Desa Ngoro-Oro. Di tempat ini Anda setidaknya dapat melihat Tower Trans7, Tower ANTV, Tower Indosiar, Tower MNC, Tower SCTV, Tower Metro TV, Tower Jogja TV, Tower ADiTV,  Tower TVRI, Tower TATV, Tower TransTV, BTS ESIA, BTS mobile-8 FREN, BTS Telkomsel, BTS XL,  dan tower-tower lain yang terus bermunculan.

Secara teknis, tower-tower tersebut telah mendukung warga Jogja-Solo-Boyolali-Karanganyar dalam mengakses layanan teknologi informasi yang diberikan masing-masing stasiun TV dan operator seluler tersebut. Itulah satu hal yang dapat Anda temui dalam Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara alias Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Hanya itukah? Tentu tidak. Setelah puas melihat pemandangan unik kota menara tersebut, Anda dapat menyusuri jalan beraspal menuju bukit Nglanggeran, tepat di seberang deretan menara tersebut. Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara dapat Anda lengkapi dengan menyusuri jalanan pedesaan sekaligus mengunjungi Gunung Api Purba yang menawarkan sejuta pesona. Jika Anda suka aktivitas outdoor, menikmati sunset dan sunrise sekaligus keunikan sosial budaya di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran tentu menjadi sebuah kenangan tak terlupakan. Selamat menikmati Liburan Akhir Pekan Alternatif di Kota Menara, Desa Ngoro-Oro.

Cuci Mata dan Mengenalkan Lingkungan Kampus di Sunday Morning UGM


Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengajak keluarga bernostalgia, cuci mata dan mengenalkan lingkungan kampus di Sunday Morning UGM. Rutinitas harian yang sering menyita waktu kebersaman keluarga tentu memerlukan distraksi atau sekedar pengalihan pikiran untuk dapat menikmati dan mensyukuri hidup yang kita jalani. Apa dan bagaimana Sunday Morning UGM itu?

Bagi saya pribadi, Sunday Morning UGM adalah sebuah kegiatan nostalgia untuk mengenang kembali masa-masa menjadi mahasiswa kampus Bulak Sumur sekitar tahun 1999 yang lalu. Hampir tiga tahun saya menghabiskan waktu untuk menimba ilmu di Kampus Biru tersebut dengan berbagai macam dinamikanya yang unik. Kenangan ketika harus mengamen di Bundaran Fakultas Filsafat untuk memenuhi tugas OSPEk kembali terbangkitkan melalui Sunday Morning UGM.

Sunday Morning UGM sendiri merupakan sebutan bagi kegiatan yang mirip dengan pasar tiban, atau pasar dadakan. Di Sunday Morning UGM, kita dapat menikmati suasana pasar yang penuh dengan dinamika pembeli dan penjual. Beragam barang dagangan dari sepatu, baju, tas, mainan anak, binatang piaraan, hingga pernak-pernik aksesories gadget tersedia di Sunday Morning UGM. Dengan harga yang relatif terjangkau, bahkan dapat ditawar, Sunday Morning UGM layaknya menjadi sebuah pasar tradisional yang mengasyikkan, di tengah suasana kampus yang asri.

Tidak hanya itu, Sunday Morning UGM juga penuh dengan aneka warung makan yang akan memanjakan lidah kita bersama keluarga. Beragam makanan siap santap seperti bakso, soto, es krim, hingga kethoprak dapat dengan mudah ditemui dalam kegiatan yang dilaksanakan tiap Minggu pagi, dari jam 7 hingga sekitar jam 10 pagi ini. Terlebih bagi sobat yang ingin berolah raga pagi, suasana Sunday Morning UGM akan menjadi pelepas dahaga setelah menguras tenaga menyusuri lingkungan kampus untuk berjogging ria.

Cuci Mata dan Mengenalkan Lingkungan Kampus di Sunday Morning UGM sangat bermanfaat bagi kita yang telah jenuh dengan segala aktivitas harian yang kadang sangat melelahkan. Bersama keluarga, kita dapat menyusuri lorong demi lorong di Kampus Biru UGM, untuk selanjutnya makan pagi bersama maupun memborong segala pernik dagangan yang harganya sangat terjangkau.

Namun demikian, di tengah riuh suasana, ada beberapa hal yang perlu sobat ketahui jika ingin cuci mata dan mengenalkan lingkungan kampus di Sunday Morning UGM agar liburan sobat lebih bermakna, yaitu:

Uang bawa secukupnya
Suasana Sunday Morning UGM sangat cocok untuk menikmati aneka makanan bersama keluarga. Akan tetapi, berhubung di Sunday Morning UGM banyak sekali penjual yang menggelar dagangan menarik, siapkan uang tambahan untuk berjaga-jaga jika sobat tertarik membeli salah satunya.

Motor parkir di tempatnya
Meski pada beberapa titik, kendaraan dapat diparkir sesuka hati, akan tetapi demi keamanan dan kenyamanan sobat sekalian, mobil atau motor dapat diparkir di seputaran Fakultas Filsafat, utara Bunderan Filsafat. Disana tempat parkir yang disediakan cukup luas dan dijaga oleh beberapa petugas.

Barang bawa secara aman
Sebagai pasar tiban, Sunday Morning UGM tidak membatasi pengunjung. Semua orang dari berbagai profesi dapat masuk dengan leluasa sehingga copet pun dapat beraksi di kerumunan ini. Jadi, hati-hati dengan barang bawaan sobat sekalian. Jika membawa tas, ada baiknya diletakkan di depan agar tidak digerayangi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Sekian pengalaman dan saran saya terkait cuci mata dan mengenalkan lingkungan kampus di Sunday Morning UGM. Selamat menikmati riuhnya suasana UGM, kampus yang menawarkan sejuta pesona bukan hanya bagi mahasiswa namun juga semua warga. Salam

Sepanjang, Pantai Perawan di Gunungkidul

Pantai Sepanjang adalah salah satu pantai indah di Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini membentang sekitar 300 meter dan dihiasi pasir putih khas Gunungkidul. Terletak diantara Pantai Kukup dan Drini, pantai ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dengan kondisi jalan yang sudah cukup baik.

Pantai Sepanjang di Gunungkidul
Jika sobat tertarik mengunjungi pantai yang relatif masih perawan ini, silahkan menambah informasinya dengan membaca artikel tentang pengalaman saya berkunjung ke Pantai Sepanjang Gunungkidul. Semoga bermanfaat dan selamat berlibur. 

Waspadai Angin Kencang Awal Februari


Beberapa hari terakhir ini, sejumlah peristiwa pohon tumbang dan baliho roboh terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Kejadian-kejadian tersebut tentu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, namun juga imateri, khususnya trauma psikologis atau bahkan nyawa. Bumi sudah tua kah? Sebuah pertanyaan retorik yang mungkin sering kita dengar. Apapun jawabannya, angin kencang memang sering terjadi di bulan-bulan Januari serta Februari.

Papan Arah Base Camp Kledung
Saya teringat ketika waktu itu, awal Februari 2001, kami bertujuh sedang mengisi liburan sebagai mahasiswa yang baru saja menjalani masa-masa kosong kuliah dengan berusaha naik ke Puncak Sindoro, sebuah gunung tidak aktif yang terletak di perbatasan wilayah Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan ketinggian sekitar 3.153 meter diatas permukaan laut, Gunung Sindoro menawarkan keindahan alam unik yang belum pernah kami rasakan sehingga menjadi tujuan utama kami sebagai sekelompok penjelajah alam yang hanya bermodalkan niat dan tekad bulat kala itu.

Setelah cek bekal dan segala persiapannya di Base Camp Desa Kledung, kami pun mulai menyusuri perkebunan kentang menuju Pos 1. Nekad mungkin kata yang tepat bagi kami waktu itu karena biasanya di Bulan Februari, hujan masih mewarnai dan angin kencang pun sering melanda daerah pegunungan. Kenekadan itu selanjutnya juga terjawab dengan datangnya angin yang sedemikian kencang, menerpa kami yang hanya setengah jam sebelum Pos Pertama Jalur Kledung. Bersama salah satu kawan yang sudah bertahun-tahun menggeluti hobby mendaki gunung, kami pun memutuskan berhenti, dan tidak melanjutkan pendakian ke puncak karena angin semakin kencang dan sepertinya mulai berubah menjadi badai gunung yang siap melahap kami semua waktu itu.

Keputusan itupun selanjutnya justru menjadi sebuah permasalahan bagi kami karena itu berarti, liburan kami pun tidak akan terisi. Tiba kembali di Base Camp Kledung, kami berdiskusi hampir semalam suntuk untuk menjadwal kembali agenda liburan yang terhalang angin kencang di Bulan Februari. Akhirnya, menuju ke rumah teman di Banjarnegara menjadi solusi final bagi rencana kami selanjutnya.

Bangun pagi-pagi sekali, kami berkemas menuju rumah teman di seputaran Waduk Mrica Banjarnegara. Sekitar satu jam bersama angkutan antar daerah,  kami pun tiba di Banjarnegara. Dengan hangat, teman beserta keluarganya menyambut kami dan denagn senang hati bersedia memberikan tumpangan menginap. Setelah beberapa waktu mengobrol, kami memutuskan untuk tidak membebani tuan rumah dan lebih memilih mendirikan tenda dome dan menginap di pinggir Waduk Mrica sambil menghabiskan malam minggu di alam terbuka, yang tentunya menjadi rencana awal kami sebelum bertemu dengan angin kencang di awal Februari.

Kopi susu hangat dan beberapa makanan kecil yang kami bawa sebagai bekal kala itu menjadi santapan nikmat yang mampu menambah indahnya suasana malam di seputaran Waduk Mrica Banjarnegara. Di sebelah kami, lagu-lagu rock ballads dari radio portable kesayangan salah satu teman semakin membuat suasana menjadi riuh. Tak lama berselang, kami pun dibuat terperanjat oleh sebuah selingan berita dari radio tersebut, yang mengabarkan bahwa beberapa pendaki dari universitas kami dilaporkan hilang di Gunung Slamet dalam sebuah acara training bagi calon MAPALA akibat badai gunung yang memang sering terjadi di Bulan Februari.

Rasa syukur sekaligus sedih mewarnai hati kami masing-masing; syukur karena kami telah terhindar dari peristiwa yang lebih parah di pegunungan Sindoro, dan sedih karena jauh di atas pegunungan Slamet, di Purwokerto, beberapa rekan kami sesama mahasiswa harus bergelut dengan badai gunung sekaligus bertahan hidup seleum Tim SAR menemukan mereka. Sejak saat itu pula, kami senantiasa teringat bahwa awal Bulan Februari adalah waktu yang harus diwaspadai, bukan hanya ketika di pegunungan, namun dimanapun di wilayah beriklim tropis seperti di Indonesia ini karena angin kencang dapat saja terjadi di sekitar kita.