Mengatasi Disconnect Modem Internet


Pagi itu seperti biasanya saya mengisi hari libur untuk berselancar di dunia maya, mencoba mengais recehan sebagai aktivitas sampingan. Laptop dan modem jadul sudah siap beroperasi, dan mood menulis pun sudah mengiringi. Di tengah keasyikan berselancar tersebut, tiba-tiba koneksi internet putus. Peristiwa inilah yang menjadi latar belakang saya menulis judul “mengatasi disconnect modem internet” ini.

Sebagai salah satu pelanggan koneksi internet prabayar salah satu operator CDMA di negeri ini, saya pun langsung menghubungi customer service operator tersebut dan menjelaskan keluhan permasalahan disconnect modem internet secara detail. Meski beberapa lama menunggu, mungkin karena harus buka primbon, sang operator menjelaskan bahwa kemungkinan disconnect modem internet disebabkan oleh jaringan yang super sibuk. Sebagai solusinya, saya diminta mereset modem dengan mengeluarkan kartu dari tempatnya dan kemudian memasukkannya lagi ke modem.

Setelah menutup sambungan telepon, saya pun mempraktekkan petunjuk operator tersebut untuk mengatasi disconnect modem internet yang saya pakai. Pertama kali saya matikan program modem, cabut modem tersebut dari laptop, melepas kartu operator dari modem, dan beberapa detik setelahnya kembali memasang kartu sekaligus modem ke laptop jadul saya. Alhasil, koneksi internet pun kembali lancar dan aktivitas cyber optimizing pun kembali saya lakukan.

Saya pun berasumsi, yang kemudian juga diperkuat oleh teman sesama pemakai kartu CDMA, sekaligus penjelasan operator bahwa jaringan internet dari kartu CDMA yang saya pakai baru mengalami upgrade dari kecepatan CDMA IX ke EVDO, yang sedikit banyak akan mempengaruhi koneksi jaringan. Selain itu, koneksi internet memerlukan “refresh” sambungan untuk hasil koneksi yang optimal. Karena itulah, setiap kali saya mengalami  gangguan sejenis, saya ulangi cara tersebut untuk mengatasi disconnect modem internet

Mengatasi Bau Jengkol


Kemarin sore saya sempat melihat sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta. Kebetulan topik yang dibahas pun menarik dan menjadi permasalahan kita sehari-hari, yakni jengkol dan cara menghilangkan bau yang ditimbulkannya. Sebagai seorang blogger, saya pun tergerak untuk berbagi informasi ini kepada sobat semua, yang mungkin tidak sempat melihat acara penuh wawasan tersebut. Ya, berikut cara tips sederhana mengatasi bau jengkol versi asal-Asul.

Langsung ke pokok masalah, bagi sebagian orang, jengkol merupakan makanan favorit yang memiliki cita rasa tak terucapkan, terlebih ketika jengkol itu disemur. Menurut penelitian, jengkol memiliki kandungan kalisum tinggi yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Jengkol juga kaya karbohidrat, protein, vitamin A, B, dan C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Selain itu, kandungan protein jengkol ternyata masih lebih tinggi daripada tempe. 

Akan tetapi, semangat makan jengkol kadang tak sebanding dengan risikonya, yakni harus menanggung turunnya rasa percaya diri ketika sedang berbicara ataupun buang hajat ke belakang. Mengetahui cara mengatasi bau jengkol pun menjadi sebuah solusi untuk menikmati makanan khas, yang sering diidentikan dengan tokoh “Kabayan” tersebut.

Pada acara Asal-Usul, kita diberi penjelasan yang sistematis, baik dari sisi mitos maupun pengecekan melalui praktek labratorium. Dari sisi kebiasaan masyarakat, mengatasi bau jengkol dapat dilakukan dengan mengubur jengkol dalam tanah selama 1 hari agar baunya bercampur dengan tanah. Dengan demikian, ketika dimasak, jengkol akan berbau hambar, karena telah terpadu dengan bau tanah. Selain itu, jengkol juga dapat direbus dengan daun jambu atau daun melinjo selama beberapa jam.

Sementara itu, dari hasil praktek laboratorium, ternyata air soda pun bisa dimanfaatkan untuk menetralisir bau jengkol. Makanya ketika mengkonsumsi jengkol, kita dianjurkan minum minuman bersoda, yang tersedia luas di warung ataupun toko di sekitar kita. Merendam jengkol dalam air soda juga terbukti mampu mengatasi bau jengkol. Dengan mengetahui alternatif ini, masihkah sobat alergi dengan jengkol? Selamat mencoba.  

Apa Itu One Stop Service Toilet (OSST)

Beberapa jam yang lalu, istilah One Stop Service Toilet atau disingkat OSST mulai populer setelah adanya kunjungan Menteri Pendayagunaan Aaparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, ke SMKN 3 Wonosari, Gunungkidul. Lalu, apa sebenarnya makna atau pengertian OOST tersebut? Berikut informasi ringan seputar apa itu One Stop Service Toilet.

Inovasi One Stop Service Toilet (OSST) memang cukup sederhana namun manfaatnya sangat luar biasa. Bahkan karena kagumnya akan manfaat dari inovasi One Stop Service Toilet tersebut, Menteri PAN dan RB langsung memerintahkan bawahannya untuk mengaplikasikan inovasi tersebut ke sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia, terutama yang siswinya telah mengalami masa menstruasi, seperti SMP dan SMA.

Apa Itu One Stop Service Toilet (OSST)


Lalu, apa itu One Stop Service Toilet (OSST)? Pertanyaan yang tentunya sangat penting dijawab untuk menguak alasan mengapa inovasi ini berhasil membawa SMKN 3 Wonosari Gunungkidul meraih TOP 99, yakni penghargaan bagi inovator pelayanan publik yang dilaksanakan Kementerian PAN dan RB. Berikut pengertian singkat Inovasi One Stop Service Toilet (OSST).

Inovasi One Stop Service Toilet (OSST) adalah sebuah bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan melalui keberadaan toilet. Tidak ada yang spesial dari toilet tersebut karena memang hanya merupakan toilet seperti biasanya. Akan tetapi, dalam toilet tersebut disediakan kotak untuk pembalut wanita dan celana dalam yang diperuntukkan bagi siswi perempuan yang sedang mengalami menstruasi, sementara pelanggan dapat mengambil kedua jenis produk tersebut, membayar, dan mencatat transaksi pada tempat yang telah disediakan.

Inovasi One Stop Service Toilet (OSST) yang diperkenalkan oleh SMKN 3 Wonosari Gunungkidul ini sangat sederhana namun mengandung beragam pelajaran bagi para siswa, khususnya untuk melatih kejujuran sekaligus membantu para siswi yang menghadapi ketidaknyamanan belajar takala sedang haid. Melatih kejujuran dari keberadaan sebuah toilet, sungguh sebuah ide yang sederhana namun sangat dalam maknanya. 

Itulah sekilas informasi tentang apa itu One Stop Service Toilet atau OOST. Sudahkan sekolah sobat menerapkan ide cemerlang ini? Silakan berinovasi dan mulailah dari lingkungan sendiri. Think globally and act locally. Selamat berinovasi!

Domain Bagus dan Murah? Ya di Rumahweb

Menjadi blogger adalah pilihan, dan pilihan ini telah saya ambil beberapa tahun silam, karena bagi saya, menjadi seorang blogger sangatlah positif, karena saya dapat berbagi pengalaman pribadi kapan saja dan kepada siapa saja. Seperti kali ini, saya ingin membagikan sebuah pengalaman berharga menjadi salah satu pelanggan setia Rumahweb.

Kenapa Rumahweb dan apa yang telah diberikan kepada saya? Pertanyaan ini mungkin menghinggapi benak sobat semua karena tentunya banyak sekali jasa penyedia domain di luar sana yang juga menyuguhkan pelayanan sejenis Rumahweb. Jawabannya sederhana, karena Rumahweb telah memberi bukti, bukan sekedar janji.


Ya, sejak seroang teman blogger saya merekomendasikan layanan RumahWeb sebagai salah satu penyedia jasa pembelian domain yang murah dan terpercaya, saya pun telah membeli 5 domain yang saat ini masih aktif di jasa layanan ini. Dibanding penyedia jasa layanan domain sebelumnya yang berbasis di luar negeri, jasa layanan Rumahweb bagi saya lebih terjangkau karena ternyata harga domain-nya tidak harus kejar-kejaran dengan fluktuasi Dollar.

Saya pernah hampir saja merelakan salah satu domain personal expired ketika Dollar baru melambung jauh ke awan dan pemasukan waktu itu hampir minus. Ketika itu pula, salah satu teman memberikan info yang menggiurkan tentang harga domain yang jauh lebih murah, bahkan bias dibeli dengan Rupiah! Wah, inilah yang saya cari,  solusi dari sebuah kondisi (yang minim modal) waktu itu.

Murah namun tidak murahan. Ya, layanan domain di Rumahweb memang lebih murah namun tidak murahan. Meski harganya sangat terjangkau, layanan Customer Service Rumahweb sangat dapat diandalkan, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu sehingga pada saat-saat kritis pun, saya masih bias meminta support dengan pelayanan yang prima. Menu chat yang tersedia di web Rumahweb sangat mudah diakses dan cepat direspon.

Layanan teknis yang melegakan dan sangat ramah menjadikan saya sangat terbantu tatkala kendala-kendala teknis menyerang. Komunikasi yang ramah bukan hanya keluar dari CS Rumahweb, namun juga personil teknis yang siap selalu dengan solusinya saat saya menghadapi permasalahan seputar domain yang saya beli di jasa layanan ini.

Tidak hanya itu, saya pun dimanjakan dengan promo-promo layanan yang sering saya terima melalui email setelah saya putuskan untuk berlangganan newsletter. Satu demi satu domain baru pun saya beli dan hingga tulisan ini saya buat, 5 domain aktif masih telah menghiasi akun Rumahweb saya. Insya Allah jika usaha meningkat lagi, jumlah ini akan bertambah karena sebagai seorang blogger, saya benar-benar merasakan kepuasan menjadi salah satu pelanggan Rumahweb.
Bagi saya, Rumahweb adalah sebuah solusi dalam memperoleh domain yang murah namun berkualitas. Pelayanan yang prima dan produk yang handal menjadi alasan kesetiaan saya kepada jasa layanan Rumahweb yang memang menjadi sebuah rumah ideal bagi web atau blog-blog saya saat ini, dan yang akan datang. Maju terus Rumahweb!

Pendakian Semeru dan Tour 4 Misi

Alhamdulillah, setelah bergelut dengan debu-debu Semeru, kini dapat kutatap lagi rumahku yang mungil. Enam hari meninggalkannya, terasa sebuah kerinduan mendalam, apalagi dengan isinya. Lalu, apa sebenarnya yang kucari?


Memang bagi sebagian orang, mendaki adalah kegiatan aneh yang hanya buang-buang uang. Benarkah? Semua terserah sobat. Subyektifitas menentukan. Tapi setidaknya, ada beberapa misi pada pendakianku ini:

Misi Pertama: Obat kerinduan
Ya, setelah hampir 2 tahun bercengkerama dengan diktat dan jurnal-jurnal kuliah di kota besar, kerinduan untuk menjejakkan kaki di alam bebas terasa sangat dalam. Lebatnya rumput ilalang, suara angin berhembus di sela-sela cemara, dan bau belerang yang khas seolah menjadi ramuan yang mampu membawaku kepada sebuah kepuasan batin akan keindahan alam ciptaan-Nya. 

Hobby? Tepat sekali. Mungkin karena itulah, kurela berjalan belasan jam hanya untuk meraih indahnya Mahameru, sebuah puncak yang selalu akan membawa kenangan dalam benak setiap pendaki. Meski harus bangun jam 1 pagi dan berjalan di kegelapan, indahnya pemandangan puncak selalu membuatku bersyukur bahwa manusia sungguh kecil, tak layak untuk berbangga diri.

Misi kedua: Program pengecilan perut
Kadang geli juga jika teringat berat badanku yang naik hampir 8 kilo selama kuliah. Beratnya materi kuliah ternyata justru membuatku doyan makan, tidur apalagi, hahahha. So, pendakian ini menjadi sebuah proses pembentukan kembali tubuh kecilku seperti yang dulu. 

Meski tak sepenuhnya jelek, gemuk bukanlah pilihanku. Sepertinya memang kuharus berjuang lagi untuk tetap slim fit, setipis LED TV yang belum sempat aku bawa pulang dari kos lamaku di Depok, hahahha.  

Misi ketiga: Uji kualitas sepatu lokal
Beberapa hari sebelum pendakian, sebuah iklan tak sengaja kuliat di layar lappy jadulku. Sebuah sepatu trekking dengan merk yang sangat baru bagiku, SNTA. Bercermin dari pengalamanku dengan sepatu merk favorit yang ternyata jebol hanya dalam 2x pencucian, kucoba tuk membuktikan kualitas SNTA dan berbagi opiniku kepada sobat semua. 

Harga lokal kualitas internasional, itulah kesan pertamaku setelah menjajal sepatu ini mengarungi belantara Semeru dan dinginnya Mahameru. Desain yang sangat kusuka dan harga yang sangat bersahabat membuatku terpesona. Jadi secara umum, SNTA shoes are recommended! Must-have!

Misi keempat: Cari Uang tentunya
Mendaki bagiku saat ini bukan sekedar menjalani hobby. Alhamdulillah, pengalaman membawa tamu selama 13 tahun terakhir membuat perjalananku ke Semeru kali ini bukan hanya gratis, tapi lengkap dengan uang saku. Lumayan untuk meremajakan beberapa perlengkapan gunungku yang sudah mulai usang. Pendaki matre? Terserah opini sobat ya, heheheh.


Berapa besarnya? Rahasia ya, tanyakan saja pada guide trekking lainnya. Berapapun besarnya, Alhamdulillah, semua akan ada maknanya jika kita selalu bersyukur pada rizki yang diberikan-Nya. 

Ok sobat, inget ya:

Take nothing but picture
Kill nothing but time
Leave nothing but footprint
Bring nothing but memory

Salam rimba!!!